Sabtu, 13 Agustus 2016

Perbedaan Penyakit Asma Dan Bronkitis

Obat Sesak Nafas Disertai Batuk Berdahak Pada Anak, Dewasa, Ibu Hamil Dan Menyusui Secara Alami!

Perbedaan Penyakit Asma Dan Bronkitis

Perbedaan Penyakit Asma Dan Bronkitis, Perlu Anda ketahui perbedaan penyakit kedua ini yang memiliki gejala yang sama namun penyebabnya berbeda.

Penyakit Bronkitis Akut dan Kronik

Menurut dr. Agus, bronkitis terbagi menjadi dua yaitu akut dan kronik. Bronkitis akut sering dialami anak-anak. Hanya, bronkitis akut ini terjadi sesaat dan tidak berkepanjangan. "Biasanya, bronkitis akut ini terjadi karena adanya infeksi dan terpapar polusi udara yang mengakibatkan terjadinya proses peradangan," kata dia menjelaskan.
Sedangkan bronkitis kronik, kata Agus, proses terjadinya menahun. Peradangan pada saluran napas yang bersifat kronik, tidak akan bisa kembali normal. "Biasanya terjadi pada perokok atau orang yang terpapar polusi udara terus menerus," kata dr. Agus.
Kalau ini terjadi terus menerus, maka akan terjadi `kapalan` pada saluran napas. Yaitu saluran napas menebal dan kaku.
Akibatnya, saluran napas akan menjadi mampet, karena penebalan itu. "Sehingga gejalanya muncul berupa sesak napas dan batuk yang terjadi terus menerus. Selain itu, dahak akan mengental akibat dari penebalan itu," kata dr. Agus menerangkan.
Bronkitis dapat terjadi kapan saja, tidak selalu dari usia anak-anak. Untuk bronkitis akut, masih dapat disembuhkan. Sedangkan kronik, maka tidak akan pernah hilang.
Untuk mengetahui diagnosa pasti apakah akut dan kronik maka pasien harus diperiksa ke dokter spesialis.

Penyakit Asma

Asma merupakan penyakit yang menyerang seorang pasien yang memiliki saluran napas cenderung sensitif. "Asma itu sama kayak Putri Malu. Ketika kena pencetusnya, akan mengerut dan mampet. Tapi, kalau pencetusnya hilang maka akan terbuka lagi," kata dr. Agus.
Sebesar 90 persen asma disebabkan faktor genetik. Bila sebelumnya orangtua menderita asma, besar kemungkinan anak untuk mengalami asma juga sangat besar. Sisa 10 persen bisa disebabkan paparan polusi udara dan merokok. "Jadi, saluran napas cenderung menjadi hipersensitif karena faktor eksternal," kata dia menambahkan.
Pencetus terjadinya hipersensitif ini menurut dr. Agus berbeda antara pasien A dan pasien B. Bisa karena alergi, debu, stres, dan hawa yang dingin. Sampai saat ini, belum dapat diketahui pasti mengapa bisa berbeda-beda.
Sedangkan gejala untuk penyakit asma, karena sesak napas yang hilang timbul. Alasannya, karena dia baru akan timbul ketika ada pencetusnya. Dan bila asma terjadi terus menerus, maka asma itu disebut dengan asma menetap, yang membuat pasien harus selalu membawa obat hirup.
Nah itu dia perbedaan penyakit asma dan bronkitis yang perlu Anda ketahui, baca juga informasi oabt sesak nafas yang disertai batuk berdahak

Kamis, 11 Agustus 2016

Jangan Anggap Sepele Batuk Menyerang Lebih Dua Minggu

Obat Sesak Nafas Disertai Batuk Berdahak Pada Anak, Dewasa, Ibu Hamil Dan Menyusui Secara Alami!

Jangan Anggap Sepele Batuk Menyerang Lebih Dua Minggu

Sepertiga orang di Indonesia ternyata masih menganggap kalau batuk yang dialaminya batuk biasa. Ini menjadi salah satu tantangan pemerintah dalam penanganan penyakit satu ini.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama saat peringatan Hari TB Sedunia di Puri Denpasar Hotel, Jakarta, ditulis Senin.
"Tantangan utama pengendalian TB di Indonesia salah satunya adalah masih banyaknya orang yang menganggap batuk lebih dari dua minggu itu batuk biasa. Maka itu penjelasan tentang gejala TB yang batuk berdahak lama itu tetap penting," jelas Tjandra.
Selain itu, Tjandra mengatakan, bukan tidak mungkin kalau TB ditemukan secara dini. Karena nanti semakin canggih alat, TB bisa ditemukan lebih cepat. Tapi masih ada hal lain yang menjadi tantangan pengendalian TB menurut Tjandra yaitu:
  • Mayoritas pemberi layanan swasta belum menerapkan Pedoman Nasional pengendalian TB
  • Angka putus berobat yang tinggi di RS dan sektor swasta yang terlalu tinggi (20-40 persen).
  • Ancaman dari epidemi ganda seperti TB dan HIV serta TB dan Diabetes Melitus (DM)
  • Ekspansi program TB masih tergantung donor eksternal (60 persen)
Berdasar Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, disebutkan bahwa TB merupakan penyebab kematian nomor 4 di perkotaan setelah stroke, diabetes dan hipertensi dan nomor 2 di pedesaan setelah stroke.

Selasa, 09 Agustus 2016

Beberapa Penyakit Yang Bisa Sebabkan Sesak Nafas

Beberapa Penyakit Yang Bisa Sebabkan Sesak Nafas,  Selain lingkungan dan juga faktor obesitas, berolahraga terlalu berat, berada di tempat dengan suhu ekstrem, atau berada di daerah dengan ketinggian tertentu yang bisa sebabkan nafas sesak, juga bisa disebabkan oleh beberapa penyakit yang disertai sesak nafas.

Berikut adalah Beberapa Penyakit Yang Bisa Sebabkan Sesak Nafas

  • Pilek.
  • Alergi.
  • Asma.
  • Anemia.
  • Sinusitis.
  • Tuberkulosis.
  • Tekanan darah rendah.
  • Patah tulang rusuk.
  • Keracunan karbonmonoksida.
  • Pneumonia (paru-paru basah).
  • Kanker paru-paru.
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Gangguan pada jantung seperti gagal jantung, serangan jantung, atau aritmia jantung.
Dari kondisi yang telah disebutkan di atas, penyebab umum yang kerap memicu kondisi sesak nafas adalah asma, penyakit yang berhubungan dengan paru-paru dan jantung. Sesak nafas yang disebabkan oleh kondisi tersebut biasanya berlangsung dalam jangka panjang.
obatsinusitis.dkes.org. Diberdayakan oleh Blogger.